Minggu, 10 April 2011

Melatih Kelinci

Buat para pemilik atau pecinta kelinci, ada baiknya melatih hewan peliharaan yang lucu, menggemaskan sekaligus rawan terserang penyakit untuk buang air pada toiletnya sendiri.
Bagaimana caranya?
Tidak susah kok! Berarti bisa dibilang cukup gampang.

Pertama, pindahkan kelinci disuatu ruangan yang tertutup pada hari pertama.Untuk ruangan, tidak usah terlalu besar. Cukup 1 x 1 meter.
Kedua, letakkan kotak khusus dipojok ruangan sebagai toilet pribadi.
Kemudian, Lapisi kotak tersebut dengan kain atau bahan yang mudah menyerap seperti tissu. Nah, saat kelinci peliharaan buang air sembarangan, bersihkan kotorannya dengan tissu. Lalu tissu tersebut letakkan didalam kotak.
Bau kotorannya sendiri yang menyengat dari kotak tersebut membuat kelinci mengerti dengan daerah teritori toilet.

Dengan cara itu, kelinci akan selalu buang air pada tempatnya. Semoga bermanfaat yaaa...

Kamis, 07 April 2011

Rasa yang Tersembunyi

Ehm, hari ini sepulang sekolah, langsung ke rumah untuk online dan melakukan satu hal penting. Mungkin hanya untuk gue hal ini tuh penting. Sip, udah dirumah masuk kamar trus online.

"Aku tau kamu pasti lg online juga kan!!" bisikku pada diri sendiri. "Ah, ketemu!!" sorak-sorai gembira.

Ku awali chat sama Ara dengan sapa 'hai' dan begitu banyak basa-basi. Dan ujung-ujungnya...
 gue jujur kalo suka sama dia. Yaa, mungkin sedikit mengecewakan. Dia cuma bilang, semua orang boleh suka sama siapa aja karena itu hak mereka. Oh, yaudah.

...3 bulan kemudian...

Sabtu sore, gak ada jadwal acara apa pun. Akhir minggu pasti dirumah sendirian. Yasudah, mending cabut yuuk!! Ganti kostum, ambil kunci mobil, trus otw ke Margo aja lah.

Jalan raya lumayan macet. So, sambil nunggu kemacetan mending sms temen. Siapa tau ada yang bisa diajak jalan. Hmmm, sms Arkhina? Ara? Juwita? Nanda? Andi? atau siapa ya? Kayaknya semua aja deh yg gue sms. Sorry, your message can't to be sent. Ahah? pulsa abis? ah, payah! Padahal mau ngajakin pujaan hatiku jalan bareng. Tapi gak mungkin cuma berdua, gak bakalan mau dia-nya. Terpaksalah, pergi sendiri.

Sebelum ke Margo, mampir dulu ke toko buku. Tapi akhirnya aku mengurungkan diri untuk ke toko buku, karena disana aku melihat sepasang kekasih yang ternyata...ARA!!
Wow, aku tersakiti dan hatiku terluka. Kenapa harus merasa sakit hati? Toh dia bukan siapa-siapa, dan dia hanya nganggap aku teman. Fine, lupakan segala hal tentang Ara!!

Lebih baik cari tempat tenang untuk memperbaik kondisi batin. Aku mencari food court cuma buat beli Coca-Cola yang nantinya kalo udah abis bisa ditendang untuk melampiaskan amarah, kesal, dan yang lainnya. Tiba-tiba aku dikagetkan oleh kedatangan Andi.

"Hai, sendirian aja?" sapanya.

"Eh, iya. Lo juga sendiri?" balasku

"Iya nih. Mau jalan bareng? Atau nonton? Atau makan?" tanya Andi.

"Hmmm, terserah. Mending nonton, gimana?" tanyaku pada Andi.

"Boleh, mau nonton apa? Abisin dulu tuh minumannya!!"

"Kita liat nanti aja ya disana. Oke." Gak jadi deh melampiaskan amarah disebotol Coca-Cola. Tapi ada penyembuh lara. Tiba-tiba hpku berdering.

"Halo, iya ma. Eh, jemput ade? Oh, iya deh...Mama pulang jam berapa?...Waalaikumsalam"

"Siapa Rin?" tanya Andi. "Mamamu?"

"Iya, Ndi. Aku disuruh jemput ade."

"Oh, yaudah. Pulang duluan aja. Obrolannya lanjutin ntar malem aja lewat FB."

"Aku pulang duluan ya.. Bye!!" sapaku

"Bye, hati-hati yaa!!"

"Thanks."

...to be continue...

Sabtu, 02 April 2011

The Darkness 2

tiba-tiba aku terbangun dari mimpi yg membuat ku takut. ternyata mobil yg dikendarai papaku mogok seketika, aku lebih shock. padahal langit sudah mulai gelap, bagaimana kalau mobilnya mogok sampai besok?

papaku keluar dari mobil, berusaha untuk mencari tau apa yg salah dari mobilnya.

"waduh, gimana nih?" papaku bingung. tiba-tiba ada seorang ibu warga sekitar bertanya.

"kenapa mobilnya pak?"

"ini, mobilnya mogok bu. bengkel sekitar sini ada tidak ya?" jawab papa, sekaligus bertanya.

"kalau bengkel sangat jauh pak! sekitar 3 kilometer, bapak serta keluarga menginap saja dirumah saya." jawab ibu tersebut dan menawarkan rumahnya sebagai tempat bermalam keluargaku.

"terima kasih bu. anak2 bawa barang-barang seperlunya saja ya!!" papa berkata

masuk ke sebuah rumah yang terpencil, jauh dari perkotaan. dengan aroma khas kayu tua yg lembap lantai kayu pun berdecit saat ku menapakkan kaki disana. aku dan keluargaku memasuki sebuah kamar. pemilik rumah mempersilahkan kami untuk beristirahat.

perlahan-lahan, malam pun tiba. suasana pedesaan sepi mencekam. hanya terdengar sayup-sayup tokek dan jangkrik. malam itu aku tak bisa tidur, berniat membuka netbook buat online.

"wah, baterainya habis. masa aku mau ngambil sendirian dimobil?" tanyaku dalam hati. "enggak, aku gak berani ngambil sendiri" menjawab pertanyaanku sendiri. "tidur aja deh!"

pagi-pagi, sekitar jam 3 aku bangun. sebenarnya aku ingin ke kamar mandi, tapi harus memberanikan diri. aku pun keluar kamar berusaha mencari kamar mandi sendiri. sembari berjalan aku membawa satu linggis untuk berjaga-jaga. tiba-tiba aku merasa ada yg mengikuti. aku shock melihat satu bayangan hitam berjubah. aku pun lari menuju pintu keluar, bukan pintu kamar. tapi aku merasa bayangan itu mengejar dan mengikuti. takut, panik, bercampur kaget yg masih melekat.

beberapa langkah lagi aku meraih pintu keluar, aku dobrak pintu dengan linggis, kemudian terbuka. kali ini aku terkaget lagi, tiba-tiba cahaya sinar matahari menyilaukan pintu yg telah kubuka lalu melenyapkan bayangan hitam berjubah. aku bingung melihat jam yg telah menunjukkan pukul 07.30. apakah sampai selama itu aku mencari kamar mandi lalu membuka pintu berusaha untuk kabur?

aku langsung keluar berhenti sejenak untuk menghirup udara segar. menghilangkan shock yg tadinya kurasakan.

"ayo, pulang! kamu mau disini saja?" sapa mamaku. sejak kapan semuanya terbangun. aku pun dibuat bingung. aku ikuti saja apa yg disuruh sama mama.

"terima kasih, bu telah memberikan tumpangan rumah untuk saya beserta keluarga." ucap papa kepada pemilik rumah. aku pun segera masuk ke dalam mobil.

dalam kondisi bingung, kaget, menegangkan, aku merebahkan diri pada jok mobil. berfikir dan semakin lama aku memasuki dunia mimpi....
***

"bangun!!bangun!! baterai netbooknya habis tuh." kata adikku.

"lah? kita udah pulang?" tanyaku

"pulang dari mana? berangkat aja belom. kita gak jadi pergi mba, mobilnya belom dibawa ke bengkel. kata papa, kapan-kapan aja kita ke rumah nenek." jawab adikku panjang lebar

"fiuuuuh" aku menghembuskan nafas panjang.

"kenapa mba?" tanya adikku lagi

"oh, gak apa-apa." ternyata apa yg terjadi itu hanya mimpi. apakah sampai sebegitu panjangnya? ah, terserahlah!! tidak usah dipikirkan. Okay, back to REALITY!!

finished~

Rabu, 30 Maret 2011

The Black Ghosts-Full Moon

When the thorn bush turns white thats when I'll come home,
I am going out to see what i can sow,
And i don't know where I'll go,
But i don't know what I'll see,
But I'll try not to bring it back home with me.

Like the morning sun your eyes will follow me,
As you watch me wander curse the powers be,
'Cause all i want is here right now,
But its already been and gone,
Our attentions always last that bit too long.

Far far away,
no voices sounding,
no one around me,
and you're still there.

Far far away,
no choices passing,
no time confounds me,
and you're still there.

In the Full moon's light i listen to the stream,
And in between the silence, hear you calling me,
But i don't know where i am,
And i don't trust who I've been,
And If i come home how will i ever leave

Rabu, 16 Maret 2011

The Darkness

"Papa yakin minggu depan libur?" tanya adikku, sambil membukakan pintu untuk papa. 

"Iya, dan kita sekeluarga akan kerumah nenek diFlorida alias Flores riwayat dahulu." jawab papaku sembari membuka sepatu kerjanya.

"Ish, kesana lagi. Disana tuh gak ada yang seru. Dua bulan yang lalu kan sudah kesana, kenapa harus kesana lagi." gumamku dalam hati sambil membolak-balikkan halaman majalah.

"Yaudah, siapkan barang-barang yang mau dibawa. Karena besok siang kita akan berangkat." tambah papaku.

"Hah? Besok? Gak salah nih?" protesku dengan wajah masam. Mana cuaca terik, panas, membuatku gak mood buat ngobrolin rencana liburan satu minggu kedepan. Hmmm.. pertanyaanku gak ada yang jawab. Whateverlah....

Begitu semuanya bubar, yah aku ikutan bubar aja, lah!


Keesokan harinya, semua sudah siap dengan barang bawaannya sendiri. Selagi menunggu papa selesai bersiap mumpung masih dirumah dan sinyalnya bagus aku update status dulu.
Lagi asik online, tiba-tiba bel berbunyi. Segera aku bukakan pintu.

"Oh, omi. Ternyata ikut juga." Sapaku. dia sepupuku yg setiap keluargaku pergi jalan-jalan dia bakalan ikut. Gak lama kemudian, papa muncul dengan wajah berseri-seri gitu.

"Ayo kita berangkat!! Udah siap semua kan?" dengan semangatnya papa berkata.

"Yaudah kita berangkat aja!" jawabku.

Sepanjang perjalanan, aku selalu update status facebook atau twitter. Terkadang hanya sekedar main game dari HP atau netbook. Mungkin karena terlalu lelah, aku tertidur.
***
        Aku melewati satu jalur perkampungan yang sepi, gelap dan berkabut. Sisi kanan jalan tertata pepohonan bambu yang membuat suasana mencekam. Terutama disaat angin berhembus, terdengar suara yang sedikit mengerikan akibat gesekan bambu-bambu tersebut. Disisi kiri jalan terdapat rumah-rumah penduduk yang jarak rumahnya lumayan jauh satu dengan yang lainnya. Tidak mengerti dengan apa yang aku lakukan, aku terus berjalan tanpa tujuan yang jelas. Kemudian terdengar samar-samar suara burung hantu yang membuat bulu kuduk merinding. Semakin jauh, jalan semakin gelap gulita. Kabut yang awalnya tipis kini tebal dan semakin menebal, hingga semuannya tidak terlihat lagi. Satu bintang dilangit pun tak dapat ku pandang,. Dalam kegelapan aku tertap berjalan, tanpa arah.
***
...to be continue...